MITOS KESEHATAN


FAKTA & MITOS SEPUTAR KESEHATAN


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Oleh Bapak Yanto Heryanto,S.Sos.,M.Si,.

                    DOSEN PEMBIMBING
              Yanto Heryanto,S.Sos.,M.Si,.

                        DISUSUN OLEH
Kelompok 4: Regi Ridwanulloh 117040222
Fristy yustika 117040218
Abdu Fadillah 117040217
Resti Aisyah 117040220
Indri Dhea Fanisa 117040221

                Program Studi Akuntansi
                       Fakultas Ekonomi

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2017/2018
Jl. Pemuda No 32 Cirebon 45132 Telp. (0231) 20655


                      KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah tentang “ FAKTA & MITOS SEPUTAR KESEHATAN“ ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga Penulis berterima kasih pada Bapak Yanto Heryanto,S.Sos.,M.Si. selaku Dosen Ilmu Alamiah Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada Penulis.
Tujuan penyusunan karya tulis ini sebagai persyaratan untuk  (Ujian Akhir Semester) tahun ajaran 2017/2018. Penulis sangat berharap karya tulis ilmiah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam karya tulis ilmiah  ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan karya tulis ilmiah yang telah Penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga karya tulis ilmiah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi Penulis sendiri maupun orang yang membacanya.



                                 BAB I
                       PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mitos adalah cerita prosa rakyat, yang dianggap suci oleh masyarakat tempat mitos tersebut berasal. Tokoh-tokoh dalam mitos umumnya adalah para dewa atau
makhluk setengah dewa (Dananjaja, 1991: 50). Biasanya mengisahkan cerita tentang para dewa, manusia, dan makhluk supernatural.
Mitos adalah cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun dan seringkali cerita tersebut dianggap benar-benar terjadi. Negara yang masih memiliki budaya yang kental pada umumnya masih mempertahankan kepercayaan terhadap cerita dalam mitos. Salah satu negara yang banyak memiliki mitos adalah Jepang. Jepang memiliki banyak kisah mengenai sifat dan kehidupan dewa-dewa serta makhluk supernatural. Menurut mitologiyang diceritakan dalam kitab Kojiki dan Nihon Shoki, penciptaan kekaisaran Jepang dan kepulauan Jepang dikaitkan dengan keberadaan Dewi Izanagi dan Dewa Izanami, Dewa Matahari (Amaterasu Omikami), dan Dewa Taufan (Susano Ino Mikoto) (Suryohadiprojo, 1987: 10).Sampaisaat ini mitos-mitos tersebut telah tersebar dan diwariskan turun-temurun diantara masyarakat Jepang baik secara lisan maupun tulisan. Salah satu kepercayaan yang menarik dari Jepang adalahkisah tentang makhluksupernatural. Walaupun negara maju,Jepang masih memiliki kepercayaan pada makhluk-makhluk supernatural. Jenis-jenis makhluk supernatural 2yang masih dipercaya di Jepang diantaranya adalah kisah mengenai yuurei, youkai,dan oni.



                                   BAB II
                            PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian Mitos dan Fakta
Mitos adalah tradisi lisan yang terbentuk di suatu masyarakat. Mitos memiliki asal kata dari bahasa Yunani yang artinya sesuatu yang diungkapkan. Secara pengertian mitos adalah cerita yang bersifat simbolik yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner. Di dalam mitos bisa berisi asal usul alam semesta, dewa-dewa, supranatural, pahlawan manusia atau masyarakat tertentu yang mana memiliki tujuan untuk meneruskan dan menstabilkan kebudayaan, memberikan petunjuk hidup, melegalisir aktivitas kebudayaan, pemberian makna hidup dan pemberian model pengetahuan untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dijelaskan dengan akal pikiran.
Sedangkan fakta adalah kejadian atau keadaan yang benar-benar terjadi dan bukan mitos serta pernah dilihat oleh manusia itu sendiri atau telah dilakukan suatu pengujian dan pemastian di khalayak umum. Fakta dapat disebut juga sebagai hasil dari pengamatan secara objektif yang dapat di verifikasi kebenarannya oleh siapapun. Informasi yang didengar dapat juga disebut dengan fakta apabila informasi tersebut merupakan suatu peristiwa yang berupa kenyataan dan benar-benar terjadi.
Untuk membedakan fakta dan mitos,  dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:
Ciri-ciri fakta :
Sudah teruji kebenarannya di depan khalayak umum serta bersifat objektif.
Memiliki data yang akurat atau bukti sebagai pendukung kebenarannya.
Pernah dilihat oleh manusia serta telah dilakukan pengujian dan pemastian di khalayak umum.

Ciri-ciri mitos :
Belum teruji kebenarannya dan masih bersifat subyektif.
Tidak memiliki data pendukung atau bukti yang akurat.
Merupakan suatu peristiwa yang belum terjadi, karena merupakan suatu pendapat.

Contoh mitos: "Kalau nyapu harus sampai tuntas jangan dikumpulin dipojokan, nanti biar rejekinya tidak mampet (ini mitosnya). Kalau dimarahin sama Ibu, Nenek, atau buyut kamu soal ini jangan marah dulu, pikirin aja yang masuk akal, yang disapu pasti kotoran dan debu kan ? kalau terlalu lama dikumpulin di pojokan setiap kamu nyapu jadinya rumah atau kamar kamu bakal kotor, kalau keadaan kotor pasti bikin malas. Jadinya tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bermanfaat".

2.2.  Jenis-jenis Mitos
1. Mitos Sebenarnya:
Manusia berusaha sungguh-sungguh dan dengan imajinasinya menerangkangejala alam yang ada, namun belum tepat, karena kurang pengetahuannya sehingga untuk bagian tersebut orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa/dewi.
Contoh :
Apakah pelangi itu? Karena tak dapat menjawab, mereka mereka-reka dengan jawaban bahwa pelangi adalah selendang bidadari. jadi, muncul pengetahuan batu yakni bidadari.
 Gempa bumi diduga terjadi karena Atlas (raksasa yang memikul bumi pada bahunya} sedang mernindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu lainnya.
Gerhana bulan disangka terjadi karena buian dimakan raksasa, maka pada waktu gerhana bulan, manusia memukul – mukul benda apa saja yang dapat menimbulkan bunyi, agar raksasa itu takut dan memuntahkan kembali bulan purnarna itu.
Bunyi guntur disangka roda kereta yang dikendarai dewa melintasi langit
Gunung api meletus hebat, menimbulkan gempa bumi, mengeluarkan Iahar panas dan awan panas, sehingga rnenimbulkan banyak korban manusia. Selain itu merusak daerah tempat tinggal dan daerah persawahan penduduk.

2. Cerita Rakyat
Mitos yang merupakan cerita rakyat adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan masyarakat. Karena cerita rakyat hanya disampaikan dari mulut ke mulut, maka sulit diperiksa kebenarannya. Tetapi gejala yang ada dalam masyarakat memang ada dan agar meyakinkan, seorang tokoh dikaitkan dalam cerita tersebut.
Contoh :
Lutung Kasarung dari daerah Pasundan, Bawang Merah Bawang Putih dan Timun Emas dan jawa Tengah, dan sebagainya.

3. Legenda
Adapun cerita yang berdasarkan mitos disebut legenda, Dalam Iegenda dikemukakan seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah. Apakah tokoh tersebut pernah ada atau tidak, namun yang bersangkutan dihubungkan dengan apa yang terdapat di suatu lingkungan, sebagai bukti kebenaran suatu legenda.
Contoh :
Sangkuriang yang dikaitkan dengan Gunung Tangkuban Perahu dan Dataran Tinggi Bandung yang dahulunya merupakan danau.

2.3.  Mitos Kesehatan
Di Indonesia banyak terdapat mitos yang belum diketahui kebenarannya. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang berbagai mitos di Indonesia. Biasanya mitos dikaitkan dengan cerita-cerita terdahulu, tetapi dalam makalah ini akan dibahas tentang mitos seputar kesehatan manusia yang telah kami rangkum dalam berbagai sumber.

•  Panas Dalam
MITOS : "Panas Dalam" penyebab gangguan tersering dari gangguan tubuh karena makan gorengan, kepanasan atau minum es.
FAKTA : Dalam Texbook Kedokteran tidak ada satupun yang mengatakan penyakit "panas dalam". Mungkin yang dimaksud panas dalam oleh masyarakat awam adallah setiap gangguan yang terjadi pada saluran cerna mulai dari mulut, perut dan buang air besar. Gangguan itu bisa saja berkaitan dengan gangguan fungsional saluran cerna yang dipicu oleh infeksi virus, alergi makanan atau hipersensitifitas makanan, gangguan endokrin, gangguan metabolik lainnya. Tetapi tidak hubungannya dengan makan goreng-gorengan, makanan berminyak atau minum es.

•  Flu
MITOS : Penyebab flu atau Infeksi saluran napas (batuk, pilek) karena makan gorengan, minum es, kecapekan, kena hujab, cuaca, kena angin, naik sepeda motor, kena kipas angin, kena debu atau renovasi rumah
FAKTA : Infeksi saluran napas, flu atau influenza bukan karena penyebab salah satu tersebut dia atas tetapi ditularkan melalui udara atau droplet infection  oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, ingus, kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita misal ingus penderita dapat berpindah ke orang lain melalui salaman tangan, memegang gelas yang sama atau berenang.

•  Ingus dan Dahak
MITOS : Ingus dan dahak warna hijau atau kuning harus diberi antibiotika
FAKTA : Infeksi saluran napas sebagian besar karena virus. Ingus atau dahak hijau adalah juga bagian dari perjalanan penyakit infeksi yang disebabkan karena virus tidak perlu antibiotika. Beberapa puluh tahun lalu di Amerika Serikat telah dilakukan kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar kepada masyarakat dan dokter tentang hal itu.

•  Mie Instan
MITOS : Mi instan (indomi, supermi dll) berbahaya bagi kesehatan
FAKTA : Selama ini bahan pengawet yang dipakai dalam mi instan telah diteliti dinyatakan aman oleh BPOM. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration (FDA)  menggolongkan Methylparaben dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, bahan kimia ini bisa dan aman untuk digunakan pada sebagian besar produk makanan. Sebaliknya masyarakat Indonesia khawatir dengan mi instan tetapi tidak pernah takut dengan mi telor, mi keliling atau mi industri rumahan lainnya yang sebagian besar malah tidak diketahui secara pasti bahan dan jumlah bahan pengawet yang dipakai. Sampai sekarang belum ada penelitian sedikitpun yang membuktikan bahwa mis instan sebagai penyebab kanker, karena gangguan pencrnaan atau bwrbagai gangguan lain yang selama ini dikawatirkan.

•  Demam Berdarah dan Tifus
MITOS : Demam berdarah seringkali disertai Tifus. Widal dan pemeriksaan IgM anti tifus positif pasti kena tifus.
FAKTA : Ternyata pemeriksaan widal dan IgM tifus spesifitasnya rendah. Seringkali nilainya meningkat pada infeksi DBD atau infeksi virus lain meski penderita tidak mengalami penyakit tifus. Hal inilah yang menyebabkan overtreatment dan overdiagnosis penyakit tifus tinggi. Apabila divonis dokter BDB dan gejala Tifus, sebaiknya abaikan saja penyakit tifusnya karena sangat mungkin tidak terjadi. Justru kalau mengabaikan DBDnya lebih fatal dan lebih berbahaya. Gangguan saluran cerna seperti muntah, nyeri perut dan gangguan BAB juga terjadi. Pada penderita yang sering mengalami penyakit tifus sebaiknya harus segera second opinion ke dokter lainnya karena biasanya hal itu merupakan "overdiagnosis". Overdiagnosis pada penderita yang sering divonis tifus biasanya terjadi pada penderita alergi dan gangguan saluran cerna yang sensitif.

•  Sariawan
MITOS : Sariawan karena kurang vitamin C
FAKTA : Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun ada banyak faktor yang diyakini berkaitan dalam memicu terjadinya sariawan. Di antaranya adalah alergi makanan, menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh), stress, trauma pada jaringan lunak dalam rongga mulut (seperti tergigit yang berulang-ulang), kurang nutrisi, atau disebabkan karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aphtous stomatitis.

•  Masuk Angin
MITOS : Berbagai keluhan dalam tubuh sering masyarakat Indonesia mengistilahkan sebagai "Masuk Angin"
FAKTA : Dalam bidang kedokteran tidak ada satu penyakitpun yang disebut "masuk angin". Mungkin gangguan yang dimaksud dengan "masuk angin" itu adalah berbagai gangguan yang timbul dengan gejala sakit kepala, mual, muntah dan nyeri perut. Berbagai gangguan tersebut tidak ada hubungannya dengan terkena angin tetapi disebabkan karena penyakit infeksi virus, alergi makanan atau gangguan lainnya. Kalaupun angin berpengaruh biasanya disebabkan karena gangguan udara dingin biasanya hanya memperberat gangguan yang sudah ada bukan sebagai penyebab utama. Misalnya bila swmua orang kena flu kalau terkena angin atau udara dingin keluahnnya akan semakin berat

•  MSG
MITOS : MSG penyebab kanker, sakit kepala, dan gangguan kesehatan lainnya
FAKTA : Selama sudah 100 tahun penggunaan MSG oleh manusia tidak satu bukti penelitianpun yang menunjukkan bahwa MSG berbahaya untuk kesehatan. Sampai sekarangpun hampir seluruh badan pengawasan makanan dunia masih menggolongkan MSG sebagai bahan yang "Generally Regarded as Safe" (GRAS) dan tidak menentukan berapa batas asupan hariannya. MSG tersusun Glutamat, Natrium dan air. Di dalam tubuh, glutamat dari MSG dan dari bahan lainnya dapat dimetabolime dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi usus halus.Bahan ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat.

MITOS : MSG jadi penyebab Chinesse Food Syndrome dan sakit kepala
FAKTA : Istilah Chinesse Food Syndrome (CFS) berasal dari kejadian ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Laporan ini kemudian dimuat pada New England Journal of Medicine pada 1968. Berbagai penelitian ilmiah selanjutnya tidak menemukan adanya kaitan antara MSG dengan sindrom restoran China ini. Faktanya, mungkin ada sekelompok kecil orang yang bereaksi negatif terhadap MSG sehingga mengalami hal-hal tersebut. Gejala Chinese Restaurant Syndrome amat mirip dengan gejala serangan jantung. Gejala Chineese Restaurant Syndrome ternyata juga mirip gejala reaksi simpang makanan atau gejala alergi. Ternyata alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dapat menyebabkan gangguan semua organ tubuh termasuk gangguan pembuluh darah, otak, dan gangguan otot dan tulang. Selama ini mungkin kita tidak menyadari saat menyantap makanan Chinese Food bukan sekedar MSG atau CFSnya tetapi ada salah satu bahan makanan yang mengandung ikan laut, kacang tanah atau telor yang dapat membuat berbagai gangguan tubuh tanpa disadari.


                                BAB III
                              PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
Kesimpulan dari hasi review yang telah kelompok kami lakukan yaitu kita jangan dulu menyimpulkan sesuatu yang tidak memiliki bukti-bukti yang jelas atau secara ilmiah, khususnya tentang kesehatan. Lebih baiknya tanyakan dulu kepada ahli-ahli kesehatan agar kita dapat memgetahui kebenaran dan fakta-fakta yang ada tentang kesehatan dimana tentunya sudah dilakukan penelitian secara mendalam terlebih dahulu.


                        DAFTAR PUSTAKA


https://lianurbaiti.wordpress.com/2013/03/30/pengertian-dan-perbedaan-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/amp/
http://www.tribunnews.com/tribunners/2017/10/16/10-mitos-kesehatan-yang-populer-di-masyarakat
https://www.kompasiana.com/sandiazyudhasmara/mitos-kesehatan-terbesar-masyarakat-indonesia_550072bb813311e118fa7817
https://www.kompasiana.com/ella_zulaeha/mitos-fakta-seputar-kesehatan-kita_55011b3aa33311682c50fb89

Komentar

  1. 1xbet korean | Sportsbook Review | RK | Online Betting
    1xbet korean, betting online, sportsbook, online worrione casino & poker. 1xbet korean Online sportsbook review with free betting bonus. งานออนไลน์

    BalasHapus

Posting Komentar